Mozaik

Menutup halaman terakhir dari 44 mozaik dalam Edensor membuat gw ngiri. Kisah perjalanan Andrea Hirata (Ikal)dan Arai ini selaksa skenario Tuhan yang paling agung, melebihi keberuntungan Tukul maupun Inul, melebihi kisah Indiana Jones, dan melebihi sejarah2 panjang manusia.

Sederhana saja: mereka tinggal bermimpi, yakin bahwa Tuhan akan memeluk mimpi2 itu, lalu berkelana mengumpulkan mozaik2 yang sudah Tuhan ‘sediakan’, lalu voila! Berakhir dengan de javu.

Terlepas bagaimana mereka menanggapi kehidupan itu, mereka seharusnya bersyukur karna Tuhan masih berpihak pada mereka. Bagaimana tidak, kepingan2 mozaik itu begitu mudah tergambar dan terhapal dari mimpi mereka. Sehingga mereka bisa begitu mudah menatanya kembali dalam area puzzle hidup mereka.

Dan gw,

Mimpi gw sangat sederhana, tapi sayangnya gw berada di area puzzle yang salah dan karenanya kepingan mozaik yang gw kumpulkan bukan untuk itu. Gw salah langkah dari awalnya… Gw bukannya mewujudkan mimpi gw… Atau mungkin gw sebenarnya tidak pernah bermimpi?

Kalau begitu, kapan dan bagaimana wujud de javu dari hamparan mimpi gw?

Sebuah loncatan besar harus gw lakukan…

Kapan kah itu?
Bagaimana?
… Dan sanggupkah gw?

(…jawabannya masih bertaburan di kepala gw)

—————————————————————————————————

: A Tribute to Andrea Hirata yang membangunkan gw dari *mimpi yang salah dengan tetralogi Laskar Pelangi.

Thaks to Iben yang ‘ngingetin’ gw dengan ‘Edensor’.

PS: Kalo ‘Maryamah Karpov’ udah beredar, kasih tau gw ya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: