Qurban Qessel!

Gw cape banget.
Qurban kali ini gw bener bener terlibat ke semua kepanitiaan. Mulai dari yang ngumpulin dananya, survey sapi dan kambingnya, beli sapinya, sampe bikin kepanitiaan qurban dan jadi bagian dari tim panitia itu sendiri.

Semua itu bikin gw ga sempet ngurusin hal2 pribadi gw. Pulang kantor fokus gw langsung ke qurban. Musyawaroh ini itu sampe malem, bener2 ngabisin waktu dan tenaga.

Seperti biasa, di komplek gw begitu ada hari raya qurban, selain ngadain motong qurban itu sendiri, qta juga ngadain acara makan bersama dari daging hasil qurban itu. Dan seperti biasa juga gw jadi koordinator tim bakar sate seperti 4 tahun2 sebelumnya.

Tapi sebelumnya, ada banyak banget amal sholeh untuk persiapan qurban kali ini: mulai dari beresin mesjid, nyuci barang2 dan perabot2 bwt acara qurban, dsb. Seperti biasa juga siapa lagi yang menyelesaikan ini semua kalo bukan kami anak2 komplek.

Tapi sayang, gara2 libur panjang, temen2 komplek banyak yang pulang kampung, sementara disini qta bener2 kekurangan orang bwt menangani 4 sapi dan 20an kambing. Gw sendiri menahan kepulangan gw karna gw ngerasa gw harus juga bertanggung jawab atas berjalannya acara qurban di komplek gw.

Gw kesel juga ga bisa menahan temen2 komplek lainnya untuk tetap tinggal dan berqurban di sini. Alasan mereka sama, klise dan tidak bertanggungjawab: cape, katanya. Gw rasa anak2 sekarang benar2 selfish dan kurang peka dengan lingkungan.

Ya sudahlah, akhirnya acara qurban ini dikerjakan oleh jokam2 pribumi saja. Alhamdulilah masih banyak juga orang yang mau bercape2 ria beramal sholeh untuk qurban kali ini.

Dan menjelang akhir acara, baru deh kerasa susahnya mengurusi ini semua. Komplek jadi berantakan dan sampah dimana2. Gw jadi kesel sama mereka yang pulang duluan, jadinya kegiatan membersihkan dan membereskan mesjid dan komplek jadi terbengkalai.

Karna keterbatasan tenaga jadinya banyak pekerjaan yang harus gw kerjain sendirian. Tau deh, temen2 komplek yang bersisa pun pada males2an, padahal pekerjaan belum selesai. Gw bener2 kehilangan rasa kebersamaan yang pernah gw alami disini bersama temen2 komplek angkatan gw dulu…

Kalo begini, gw berharap inilah qurban terakhir gw di komplekgununggede. Gw gerah sama sifat selfish penghuni2 angkatan baru ini!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: