Surat Buat Pak Harto

Terinspirasi post-nya Radith yang ngirim surat bwt Bu Sri Mulyani, maka kali ini gw juga mo ngirim surat bwt (Alm) Pa Harto.


Bisa nggak, ya?


Tapi daripada nanti hantunya membayangi tiap mimpi2 gw, jadi sebaiknya gw jelasin di sini.

———————————————————Hartotien_1————————-


Kepada Yth.
Bpk. H.M. Soeharto
di
Tempat




Dengan hormat,


Selamat malem, PAK! Apa kabar BAPAK di alam
sana? Mudah2an bapak ngga terlalu kedinginan 7 hari di dalam kubur
sana. Saya yakin kerabat bapak sudah mempersiapkan liang kubur itu
jauh2 hari dan karenanya pasti akan terasa NYAMAN.


Tidak apa2 kan kalo saya panggil BAPAK, soalnya ditipi2 para politikus dan kerabat BAPAK juga memanggilnya begitu.


Sebelumnya saya minta maaf karena saya tidak
begitu menaruh perhatian atas kepergian BAPAK. Tapi saya rasa ucapan
belasungkawa di post sebelumnya sudah cukup  memperlihatkan sedikit
kepedulian saya.


saya memang bukan siapa2, makanya saya
menanggapinya BIASA dengan peristiwa kepergian BAPAK. Berbeda dengan
teman2 kantor saya yang begitu concern menatap prosesi pemakaman BAPAK
di tipi lobby kantor. BAPAK sebaiknya tahu: mereka semua berkumpul di
sofa dengan mata berkaca2–katanya mengenang segala kebaikan BAPAK.
Sementara saya cuek saja dengan semua itu. Saya tetap bekerja seperti
biasanya dan kalopun ada waktu senggang saya pake bwt hal lain.


Kata teman: saya AntiSoeharto,
Tipikal anak
muda zaman sekarang yang tidak pernah mengenal peran BAPAK yang
membangun negeri ini. Dan menjugde BERSALAH begitu saja tanpa
menghargai segala kebaikan yang pernah ditebarkan BAPAK.
(Tapi saya harus mengoreksi ini, saya cuma agak terpengaruh filosofi MasWib sang BudayawanMuda)


Saya akui BAPAK memang unforgetable dan sangat
berarti bagi negeri ini. Semua orang punya kenangan baik dengan BAPAK.
Apalagi temen2 kantor saya, mereka tidak henti2nya membanggakan masa2
dimana BAPAK masih jaya.


Tapi sayangnya saya tidak punya kenangan baik
seperti mereka. Semasa kanak2 saya justru mendendam kepada BAPAK.
Mungkin BAPAK tidak tahu, makanya saya beritahukan disini, bahwa
beberapa puluh tahun yang lalu ketika saya masih SD saya punya kenangan
buruk dengan BAPAK.


Waktu itu ibu guru saya memerintahkan kepada
kami temen2 se-SD saya waktu itu supaya nanti sore bisa berkumpul
kembali ke sekolah dengan baju seragam putihmerah lengkap dengan topi
dan dasi. Gerangan ternyata itu adalah untuk menyambut kedatangan
iring2an kendaraan kepresidenan yang akan melalui jalan protokol di
kota kecil kami.


Waktu itu kami tidak mengerti dalam rangka apa
BAPAK melewati kota kami. Tumben. Kami hanya menurut saja dan berdiri
berjejer sepanjang Jalan Jendral Sudirman di depan sekolah dengan
membawa bendera merahputih kecil di tangan kami. Perlu BAPAK ketahui:
saya dan teman2 sangat antusias dengan moment ini.


Dari jam 3 sore kami berdiri disana. Berpeluh
keringat berpanasnya hawa pantura, berharap  BAPAK dan rombongan segera
datang dan membalas lambaian bendera kami dari balik kaca mobil. Saya
malah membayangkan BAPAK menaiki Jeep terbuka dan berdiri disana sambil
melambai2kan tangan seperti sedang Kampanye diikuti iring2an artis
ibukota dibelakangnya. Ah… itu cuma angan2 seorang sayakecil.


Kembali ke cerita,


Lebih dari satu jam kami menunggu BAPAK di
pinggiran trotoar. Kami cemas. Tapi guru2 kami bilang BAPAK baru di
Cirebon, atau dimana lah untuk menghibur kami. Sambil menunggu, guru
kami malah sempat2nya memerintahkan gladi resik bagaimana cara
penyambutannya nanti; menghormat kepada BAPAK, melambai2kan bendera,
tersenyum manis seolah kami lah putra-putri terbaik di negeri ini.


Sore menjelang, dan BAPAk belum datang.


Guru2 kami sama cemasnya dengan kami. Saya
pribadi sangat kecewa dengan semua ini. SAYAKECIL SANGAT KESAL:
Bayangan iring2an BAPAK jadi sirna. BAPAK tidak akan pernah melintasi
kota kami. Mungkin BAPAK tidak pernah lagi ada di hati kami. Maka kami
membubarkan diri setelah guru2 kami menyuruh kami bubar.


Sampai kepergian BAPAK pun, BAPAK tidak pernah ada di hati saya.


Karena itulah, bersama surat ini saya minta
maaf atas sikap saya disaat semua orang sibuk meratapi kepergian BAPAK.
Mudah2an tidak ada lagi pengalaman buruk putra bangsa terhadap BAPAK,
Agar BAPAK tetap dikenang dari generasi ke generasi.


Sekian. Terima Kasih.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: