Mencermati Globalisasi

(Hehe… ini cuma versi terjemahan post sebelumnya)

Sebenarnya apa sih yang Qm ketahui tentang globalisasi? Apakah itu menguntungkan atau merugikan? Apakah itu baik atau buruk? Dan bagaimana posisi bangsa kita dalam Globalisasi?

Setidaknya setelah gw nonton pilem dokumenter berjudul ‘Globalization: New Rulers of The World’ yang diproduseri, ditulis, dan disajikan sendiri oleh John Pilger, membuka mata gw bahwa Globalisasi bukanlah hal yang dianggap enteng.

Qm bisa menonton film ini di Youtube. Thanks berat bwt zamanikarmana yang udah meng-upload-nya di Youtube walaupun harus memecah pilem berdurasi 54 menit ini menjadi beberapa bagian. Gw sendiri nonton pilem ini dalam kelas Mata Kuliah Pengembangan Masyarakat.

Globalisasi menurut penganutnya berguna untuk menyatukan umat manusia di seluruh dunia, dapat mengurangi kemiskinan, dan dapat menciptakan kekayaan secara merata. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, yang miskin semakin miskin dan yang kaya menjadi luar biasa kaya.

John Pilger membuka sendiri awal dokumentarinya dengan mengingatkan kita tentang apa itu globalisasi. Bagaimana ini menuai protes besar-besaran dari berbagai kalangan di seluruh dunia. Dan Bagaimana ini bisa menyebabkan ketimpangan antara kaya dan miskin yang semakin lebar.

Sebuah fakta ia utarakan: Bahwa hanya dengan 200 perusahaan, seperempat kegiatan ekonomi di dunia sudah dapat dikuasai. Sebagai perbandingan, ia menggambarkan bagaimana aset General Motor yang lebih besar dibandingkan Denmark dan Ford yang lebih besar daripada Afrika Selatan.

Yang menarik, film ini menceritakan tentang pengaruhnya bagi sebuah negara khususnya Indonesia.

Indonesia adalah sebuah negara dimana imperialisme lama bertemu dengan imperialisme baru. Sebuah negara yang kaya dengan sumber daya alam yang melimpah. Setelah dijajah selama beratus-ratus tahun dan dihisap oleh kolonial Barat, melalui globalisasi, Barat kembali mengulang gaya imperialisme-nya melalui pemanfaatan sumberdaya manusia murah dari negara-negara miskin untuk menghasilkan produk dengan merek-merek yang mahal. Bayangkan, di London sebuah Boxer buatan Indonesia dihargai £ 8.00 (sekitar 112 ribu rupiah), padahal untuk membuat itu Tenaga Kerja Indonesia hanya dihargai 500 rupiah.

Ironis memang.

Globalisasi di Asia memang memiliki sejarah gelap. Kediktatoran Soeharto yang didukung Amerika dan Inggris cukup andil dalam membentuk ekonomi Indonesia yang berdasarkan model Barat sehingga memudahkan akses mereka terhadap sumber mineral, pasar, dan buruh murah di Indonesia. Presiden Nixon menyebut Indonesia sebagai ‘Upeti Terbesar dari Asia’.

Berbeda dengan Soekarno yang yakin dengan kemandirian ekonomi rakyatnya dan menentang masuknya korporasi Barat ke Indonesia. Soeharto justru membuka masuknya agen-agen Barat seperti IMF dan World Bank untuk mendikte ekonomi Indonesia. Banyak rakyat yang menentang kebijakan ini, dan karena itulah ‘Benih globalisasi ditanam diatas genangan darah’.

Globalisasi berarti modal -uang besar- yang dapat dipindahkan kemana dan kapan saja dengan aman dan legal. Sebagaimana skenario modal jangka pendek beralih ke Asia dan dalam semalam mampu melumpuhkan ekonomi Asia pada tahun 1998. Dampak ini mengantarkan krisis ekonomi bagi Indonesia.

Dengan menurunnya nilai tukar rupiah bagi dollar. Perusahaan semisal Nike mendapatkan diskon upah 25% bagi buruh Indonesianya sebab gaji buruh Indonesia tidak dinaikkan sesuai standar sebelum terjadinya devaluasi terhadap rupiah.

Menarik.

Film ini juga menyajikan wawancara antara John Pilger dengan Sejarawan Pramoedya Ananta Toer, Manajemen Pabrik yang memproduksi produk-produk GAP, Buruh-buruh Indonesia yang teraniaya, Pimpinan Organisasi Buruh dan Mantan Tahanan Politik, Gerakan Pembangunan Dunia, Koresponden BBC, pakar dari Universitas Northwestern AS, Pakar Lingkungan, Pimpinan Ekonom Bank Dunia, dan Wakil Direktur IMF.

Seiring mengalirnya gerakan anti globalisasi, sebuah Fakta menarik disajikan di akhir film ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: